Kategori
Bus Corner Pojokan Transportasi

Volvo Ailsa B55, legenda bus tingkat PPD dan pewaris tahta untuk Volvo B11R

Volvo B11R sudah tidak asing terdengar lagi bagi para bismania. Peminat bus ini sangat banyak, bahkan beberapa PO-PO kelas atas seperti Rosalia Indah juga memesan sejumlah Volvo B11R sebagai bagian dari armada mereka. Selain bus ultra high deck, mereka juga menjadikan chassis ini sebagai bus tingkat.

Volvo Ailsa B55 milik PPD di Jakarta yang dikelola oleh PPD Reguler (Courtesy : trct111 – Flickr)

Volvo B11R juga memiliki buyutnya sendiri di Indonesia. Jauh dari penggunaan bus ini, Volvo Ailsa B55 sudah lama menginjakan di aspal Indonesia sejak 1980an. Kira-kira bagaiman perjalanan panjang si Ailsa B55 ini?

Ailsa B55, Bus London yang berasal dari Skotlandia, dijual Untuk Dunia.

Ailsa B55 merupakan bus tingkat yang diproduksi oleh perusahaan agen komersial Volvo Inggris, Ailsa. Bus ini mulai diproduksi pada tahun 1974 hingga 1985. Sayangnya, B55 merupakan produk yang kurang sukses dan laris ketimbang pesaingnya, Daimler-Leyland Fleetliner dan Leyland Atlantean. Bus tersebut pertamakali diperkenalkan di Scottish Motor Show pada tahun 1973.

Bus ini sebelumnya diproduksi dengan satu kabin saja, yakni kabin driver dengan kap mesin yang menonjol didepan. Sayangnya prototype pertama ini kurang sukses, namun dari mesin yang digunakan adalah Volvo tipe Volvo TD70, mesin 6.7 liter compact, design yang simple, dan dilengkapi dengan Self-Changing Gears semi-automatic gearbox

Pada prototipe yang lebih ringan lagi, yakni B55-20 ketimbang B55-10, bus ini memulai diminati, diproduksi, dan dijual ke Scottish Bus Group atau SBG. Kemudian dibeli lagi oleh Derby Borough Transport pada 1977, yang saat ini dikelola dan dipreservasi oleh WJC Coaches di tempat ia dilahirkan, Skotlandia.

Volvo B55 milik Western SMT di Glasgow Area – (Courtesy : Harry Hay – The Transport Library)

Pada tahun yang sama, dikembangkan lagi menjadi B55 MKII dan menawarkan 2 tipe transmisi, yakni Self-Changing Gears pneumocyclic unit atau Voith D851 dengan retarder. Lalu dilanjut menjadi MKIII dengan membuang nama ‘Ailsa’ pada bus tersebut. Bus tersebut masih memakai mesin Volvo TD70H turbocharged, dan menggunakan chassis truk Volvo dengan sedikit perbaikan dan modifikasi, serta tak mau ketinggalan adalah pilihan Air Suspension pada bus.

Pada tahun 1983, kembali dikembangkan Ailsa B55 untuk varian triple axle yang didesign untuk standar British Hong Kong (Hong Kong mandat Inggris) dan Shanghai . Dua dibeli Hong Kong, dan satu digunakan di Indonesia.

Volvo Ailsa B55 Preservasi

Masih ada 30 unit Alisa B55 yang dipreservasi. Kebanyakan ada di daerah asalnya, Skotlandia (Source : Transport Illustrated)

Terdapat 30 unit Ailsa B55 yang masih aktif, namun bukan umum. Semuanya dipreservasi, direstorasi, dan dipebaharui lagi oleh sejumlah lembaga komunitas atau perusahaan. Beberapa diantaranya adalah Glasgow Vintage Vehicle Trust berjumlah 6 unit, dan komunitas Pecinta Kendaraan Antik Tayside Vintage Vehicle Society yang paling banyak memiliki Ailsa B55 yang sudah dipreservasi. Tayside Vintage Vehicle Society menampilan kedua bus Ailsa B55 mereka, yakni WTS 273T dan WTS 272T dengan atap terbuka, ke beberapa pameran otomotif dan beberapa acara disana.

Bus-bus ini benar-benar dirawat, dibersihkan, dipoles, dan dimodifikasi, sebagaimana keaslian bus ini. Mereka sangat telaten dengan keaslian bus ini karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, sehingga mereka menghabiskan asebagian besar anggaran komunitas mereka demi menjaga autentikal dan keaslian bus ini.

Bus dengan Populasi Terbanyak di Indonesia kala itu.

Pada tahun 1981 hingga 1984, Kementerian Perhubungan RI atau Kemenhub RI melakukan Akuisisi besar-besaran bus tingkat dari Inggris, disamping Leyland Atlantean, Volvo Ailsa B55 juga termasuk dalam pengadaan bus tingkat oleh Kemenhub RI. Jumlahnya tak main-main, 320 unit dibeli dan dioperasikan di Indonesia. Kedatangannya pun berupa CKD atau dirakit secara lokal oleh PT Ismac.

Banyaknya unit membuat B55 disebar ke beberapa daerah, terutama di Makassar, Solo, Medan, dan Jakarta. Untuk operasional Jakarta akan dikelola PPD-Damri, sementara untuk diluar itu akan dikelola Damri. Untuk generasinya sendiri, Volvo B55 Ailsa ini merupakan generasi ketiga yang menggunakan karoseri Ailsa jenis Alexander.

Salah satu cuplikan berita tentang pengadaan bus Volvo B55 oleh Kemenhub kala itu oleh PT Ismac secara CKD. (Courtesy : awansan.wordpress.com)

Tak hanya dua axle, Indonesia juga kedatangan varian triple axle berjumlah 1 unit yang kapasitasnya bisa mencapai 200 orang, sehingga dijuluki Bus Jumbo. Dua unitnya dibeli oleh China Motor Bus untuk trayek di British Hong Kong dan Shanghai.

Bus ini juga bernasib sial saat tahun 1998 dimana bus ini perlahan-lahan dipensiunkan lantaran kemacetan yang mengurangi manuver bus, dan karena armada yang semakin uzur, serta mahalnya suku cadang. Apalagi, dalam kondisi Krismon atau krisis moneter tahun 1997-1998 kala itu, memperparah situasi.

Livery Ailsa B55 Indonesia

Volvo Ailsa B55 dengan livery Patas (Courtesy: Richard Stedall – Buses WorldWide)

Livery yang digunakan bervarian. Untuk PPD sendiri ada dua livery yang dipakai, yakni reguler dengan dominan putih dengan seleret hitam dan kuning. Bamper memakai warna kuning, dan jendela yang diberi background warna hitam; reguler yang memakai warna dominan biru dan silver dengan seleret merah; dan yang terakhir adalah livery Damri dengan dominan putih dengan warna striping biru. Perhatikan dan geser foto dibawah ini untuk melihat sejumlah livery yang penulis buat.

Volvo B55 dengan livery Reguler (Courtesy : Richard Stedall – Buses WorldWide)

Spesifikasi Standar Volvo Ailsa B55

Dimensi berupa panjang, lebar, dan tinggi bus disesuaikan dengan minat pemesan dan kondisi dijalannya. Opsi pintu yang diberikan adalah 1 dan 2 pintu. Sementara untuk mesin juga disesuaikan, yakni mesin Volvo TD70, TD70E, dan TD70H. Untuk Indonesia sendiri menggunakan mesin TD70H. Begitupun dengan pilihan transmisi, yakni Self-Changing Gears pneumocyclic unit atau Voith D851 dengan retarder.

Khusus bus Triple Axle edition, diberikan panjang sekitar 11,8 meter, dan daya tampung bisa mencapai 200 orang dalam sekali perjalanan.

Bus yang Tinggal Kenangan

Kondisi mengenaskan dari Triple Axle Volvo Ailsa B55 milik CMB Hong Kong. (Source : ChinaMotorBus)

Tak hanya di Indonesia, Singapura juga menonaktifkan semua operasional Ailsa B55 pada tahun 2000, hanya menyisakan satu unit untuk dipreservasi, begitupun dengan Otoritas Hong Kong. Sementara Inggris masih terdapat 30 unit yang dipreservasi, dan beberapa unitnya hadir dalam beberapa acara dan pameran otomotif disana. Semuanya sebagian besar tinggal di Skotlandia. Sayangnya, tidak ada satupun bus yang dipreservasi di Indonesia seperti bus Mercedes jadul Volgren dan kawan-kawannya. Padahal bus tersebut juga memiliki nilai sejarah tinggi.

Source :

Oleh Artistic Ditsar Radhin

Semua yang dibahas adalah tentang transportasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s